Analisis Tentang Bahasa Anak Pondok

            Dalam berinteraksi, bahasa merupakan salah satu  aspek yang penting yang dibutuhkan dalam berkomunikasi. Komunikasi tidak akan lancar bilamana terjadi kesalah pahaman antara pemberi berita dan penerima berita. Semua ini terletak pada bahasa. Apabila bahasa yang digunakan itu memberi pemahaman dalam artian antara pemberi dan penerima berita menggunakan bahasa yang sama maka proses komunikasi akan efektif. Namun, apabila yang terjadi sebaliknya maka, akan terjadi misscomunication.

Santri yang menempati suatu pondok pesantren, berasal dari berbagai macam daerah, dengan berbagai macam logat dan dialeknya masing-masing. Apabila seorang santri pertama kali mondok, tentunya dalam berkomunikasi masih menggunakan bahasa serta dialek daerahnya masing-masing. Sering kali, santri baru tersebut kesulitan dalam beradaptasi tentang bahasa yang tidak seperti bahasa yang  biasa digunakan.

Tanpa disadari terjadi suatu peleburan bahasa di pondok.  Yang mana bahasa awal yang biasa ia gunakan di daerahnya akan berubah –menyesuaikan- dengan bahasa tempat pondok pesantren tersebut berada. Apa yang terjadi di pondok pesantren, tanpa disadari telah terjadi suatu asimilasi bahasa. Ini bisa dilihat dari penggunaan bahasa para santri sehari-hari. Kadang kala ada santri yang menggunakan bahasa asli dari daerahnya, namun yang terjadi bukannya bahasa ini hilang, tapi menjadi kata popular atau menjadi julukan bagi pengguna awal bahasa tersebut.

 

Tentang stf081100039

nothing too lose
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s